UNTUK PENGELOLA LEARNING CENTER & LEMBAGA KURSUS
Bukujanji adalah software manajemen learning center sekaligus sistem booking kelas untuk tempat kursus, bimbel, LKP, dan sanggar di Indonesia. Jadwal kelas mingguan Anda disusun sekali lalu berjalan sendiri, kuota tiap sesi dihitung otomatis, dan orang tua mendaftar dari akunnya sendiri sementara yang tercatat sebagai peserta adalah anaknya — lengkap dengan tanggal lahir. Kelas yang penuh tidak lagi kehilangan peminat karena ada daftar tunggu, dan kelas tertentu bisa dikunci hanya untuk pemegang membership. Kehadiran dicatat per peserta per sesi, jadi Anda tahu siapa yang benar-benar datang. Satu langganan per outlet mulai Rp 249.000/bulan, tanpa biaya per transaksi — seberapa pun banyaknya keluarga yang mendaftar, tagihannya tetap.
Setiap murid baru berarti puluhan chat WhatsApp: tanya jadwal, kirim Google Form, konfirmasi ulang, lalu bukti transfer dicek satu per satu. Admin Anda menghabiskan berjam-jam menyalin data ke Excel, dan satu chat yang tenggelam berarti pendaftar hilang atau datanya ganda.
Jadwal yang ditulis di papan atau Excel mudah bentrok — dua kelas berebut ruangan yang sama, satu pengajar terjadwal dobel. Sementara itu orang tua bertanya "besok les jam berapa?" berulang kali karena tidak ada tempat melihat jadwal sendiri.
Tanpa penghitung kursi otomatis, satu sesi bisa kepenuhan sementara sesi lain jalan dengan dua murid. Lebih rugi lagi saat kelas benar-benar penuh: peminat cuma dibalas "maaf sudah penuh" lalu hilang — tidak tercatat di mana pun, tidak ada yang bisa dihubungi ketika minggu depan ada kursi kosong.
Kolom kanan bukan janji roadmap — semuanya fitur yang sudah ada hari ini.
Cara lama
Setelah pindah ke Bukujanji
Pendaftaran lewat chat WhatsApp dan Google Form, lalu direkap manual ke spreadsheet.
Orang tua mendaftar sendiri dari link kelas; data murid dan booking masuk satu database.
Jadwal di papan tulis atau Excel; tiap sore ada yang tanya “besok jam berapa?”
Jadwal kelas mingguan online yang bisa dicek orang tua kapan saja.
Sisa kursi dihitung manual — satu kelas kelebihan murid, kelas lain sepi.
Kuota per sesi; begitu penuh, booking tutup sendiri.
Peminat saat kelas penuh cuma dijawab “maaf, penuh” lalu hilang.
Peminat masuk daftar tunggu; saat ada kursi kosong, yang pertama antre dinotifikasi dan admin punya daftar follow-up.
Absensi dicoret di buku, direkap ulang di akhir bulan.
QR check-in di pintu, absensi per peserta per sesi, laporan bisa diekspor.
Bukti transfer dicek satu-satu di galeri HP.
Pembayaran online (QRIS, transfer bank) terkonfirmasi otomatis.
Studi kasus
“Kami punya banyak jenis kelas: cooking, sensory, sampai chess. Awalnya sempat khawatir bakal ribet, ternyata pakai Bukujanji handle booking customer jadi gampang banget. Website dengan domain sendiri juga bikin brand kami tampil lebih profesional dan trusted.”
Buat kelas sekali — piano Senin sore, calistung Rabu pagi — sebagai pola berulang mingguan, lalu sesinya muncul sendiri di timetable. Ubah polanya dan sesi berikutnya ikut menyesuaikan; satu sesi tetap bisa dijadwalkan ulang, ditukar pengajarnya, atau dipindah ruangannya.
Orang tua memakai satu akun dan menyimpan tiap anaknya sebagai peserta, lalu memilih siapa yang ikut saat booking. Daftar hadir menampilkan nama anak, dan Anda bisa mewajibkan tanggal lahir peserta sekaligus menetapkan batas usia kelas.
Terima QRIS, GoPay, dan transfer bank BCA, BNI, BRI, Mandiri, serta Permata dengan status pembayaran terverifikasi otomatis. Jual paket 8 pertemuan atau membership bulanan dari sistem yang sama — dan kunci kelas tertentu supaya hanya bisa diambil pemegang membership.
Lembaga Anda mendapat halaman profil di bukujanji.com berisi jadwal kelas dan tombol pendaftaran, sementara seluruh data murid dan riwayat booking tersimpan dalam satu database dengan dashboard penjualan dan analitik.
Tandai kehadiran per peserta per sesi — termasuk lewat QR check-in di pintu masuk — lalu buka laporan absensi kelas beserta ringkasan dan ekspornya. Semua ini ada di sistem inti, tanpa add-on tambahan.
Begitu kuota sesi habis, booking tertutup sendiri dan peminat bisa masuk daftar tunggu. Saat ada kursi yang terlepas, antrean pertama otomatis diberi tahu, dan admin Anda mendapat daftar kerja untuk menindaklanjuti serta mencatat hasil akhirnya.
Pola kelas berulang mingguan disusun sekali, lalu jalan sendiri: kuota dihitung per sesi, sesi yang penuh otomatis membuka daftar tunggu, dan kelas tertentu bisa dikunci khusus pemegang membership.
Kelas A
09.00 · kuota 8/10
Kelas B
16.00 · kuota 5/12
Kelas C
10.00 · PENUH — daftar tunggu 2
Kelas A
09.00 · kuota 6/10
Kelas D
19.00 · khusus member
Kelas B
16.00 · kuota 9/12
Kelas C
10.00 · kuota 4/10
Kelas A
09.00 · kuota 10/12
Kelas B
13.00 · kuota 7/12
Libur
Ilustrasi pola jadwal mingguan — bukan data live outlet mana pun. Nama kelas, jam, dan kuota hanya contoh.
Jadwalkan demo 30 menit bersama tim kami di merchant.bukujanji.com/demo. Setelah demo, akun lembaga Anda dibuat hari itu juga dan siap diatur.
Masukkan daftar kelas, atur pola sesi berulang mingguan, lalu tentukan kuota tiap sesi dan batas usia bila memang perlu. Tambahkan paket pertemuan atau membership kalau Anda menjualnya.
Selesaikan verifikasi outlet dan daftarkan satu rekening bank, lalu nyalakan pembayaran online — sebelum langkah ini, harga kelas disembunyikan dan orang tua belum bisa menuntaskan pendaftarannya sendiri.
Sebarkan link Anda lewat WhatsApp, Instagram, atau brosur. Orang tua memilih jadwal, mendaftarkan anaknya sebagai peserta, lalu membayar online — kapan pun, 24/7.
Booking baru, status pembayaran, kelas mana yang penuh dan mana yang masih sepi, siapa yang ada di daftar tunggu, sampai absensi per sesi — semua di satu tempat, untuk semua cabang.
Sistem inti Bukujanji — jadwal kelas mingguan, kuota dan daftar tunggu, data peserta, absensi beserta laporan kehadiran kelas, pembayaran online, dashboard, hingga halaman profil di bukujanji.com — semuanya ada di satu langganan per outlet: Starter Rp 249.000/bulan untuk satu lokasi, atau Rp 199.000/bulan bila dibayar tahunan. Tidak ada potongan per transaksi, jadi term dengan pendaftaran penuh tidak membuat tagihan Anda membengkak. Lembaga dengan beberapa cabang memakai Pro Rp 549.000/bulan per outlet, jumlah outlet tanpa batas, dan berlangganan dimulai lewat demo bersama tim kami.
Semua add-on di bawah ini opsional dan di luar harga paket — website dengan domain sendiri sudah termasuk di langganan. Tambahkan hanya yang dibutuhkan lembaga Anda: pengingat jadwal otomatis via WhatsApp, absensi HR untuk pengajar, sampai pembukuan per cabang.
Pengingat jadwal les otomatis via WhatsApp, plus pemberitahuan saat masa aktif membership atau sisa pertemuan anak hampir habis — orang tua memperpanjang sebelum kelas berikutnya terlewat. Tokennya dibeli prabayar dan hanya terpakai untuk pesan yang benar-benar terkirim.
Kirim pengumuman ke database orang tua — pembukaan pendaftaran term baru, kelas tambahan, atau program liburan sekolah.
Nomor WhatsApp Business resmi atas nama lembaga Anda, dengan asisten AI yang menjawab dari nomor itu 24/7. Pertanyaan yang paling sering membanjiri chat — kelas balet Sabtu masih ada tempat, les gitar minggu ini jam berapa, satu paket isinya berapa pertemuan — dijawab dari data outlet Anda sendiri (kelas, harga, jadwal, promo, membership), lalu AI menampilkan tombol yang menuntun orang tua menuntaskan pendaftaran di percakapan yang sama. Reminder dan blast juga terkirim dari nomor itu lewat API resmi Meta. Balasan AI dibayar per pesan lewat kredit Kreatif AI. Add-on ini Rp199.000/bln jika bayar tahunan. Tersedia untuk semua paket, termasuk Starter.
Sebagian besar learning center, tempat kursus, dan bimbel di Indonesia masih menerima pendaftaran lewat WhatsApp dan Google Form. Model ini terasa murah, tetapi biayanya tersembunyi: admin menghabiskan waktu membalas chat yang sama berulang kali, data murid tersebar di banyak tempat, dan pendaftar bisa hilang hanya karena chat tenggelam. Polanya sama di mana-mana — bimbel dan LKP, kursus musik, kelas tari, gymnastic dan senam anak, kelas seni, catur, coding dan robotik, kelas sensory untuk bayi dan balita, sampai kursus bahasa. Sistem booking kelas memindahkan seluruh proses itu ke satu kalender online: orang tua memilih jadwal sendiri, mengisi data peserta, dan membayar langsung.
Masalah kedua adalah jadwal. Selama jadwal kelas hidup di papan tulis atau file Excel, bentrok ruangan dan pengajar hampir pasti terjadi — dan orang tua akan terus bertanya jam les karena tidak punya tempat untuk mengeceknya sendiri. Dengan aplikasi booking kelas online, jadwal mingguan tampil di halaman yang bisa diakses kapan saja, kuota tiap sesi dibatasi otomatis, dan tempat yang penuh tertutup sendiri. Anda tidak perlu lagi menjadi penengah antara papan jadwal dan ratusan pertanyaan di WhatsApp, dan pengajar bisa fokus mengajar.
Sebagai software manajemen learning center, Bukujanji dibangun di sekitar jadwal kelas mingguan. Anda membuat kelas sekali — misalnya gitar pemula setiap Selasa dan Kamis sore — sebagai pola berulang mingguan, lalu sistem yang membuat sesi-sesinya. Ubah polanya dan sesi berikutnya ikut menyesuaikan, sementara satu sesi tetap bisa dijadwalkan ulang, ditukar pengajarnya, atau dipindah ke ruang lain. Membership bisa berlaku lintas cabang, jadi lembaga dengan beberapa lokasi tetap berjalan dari satu akun.
Setiap pendaftaran otomatis membangun database murid Anda: siapa mengikuti kelas apa, kapan terakhir booking, dan bagaimana riwayat pembayarannya. Absensi juga ada di sini — kehadiran ditandai per peserta per sesi, bisa lewat QR check-in di pintu masuk, dan laporan absensi kelas beserta ringkasan serta ekspornya siap dibuka ketika orang tua bertanya anaknya sudah hadir berapa kali. Semua itu bagian dari sistem inti, bukan add-on.
Untuk operasional harian di lokasi, setiap akun juga mendapat Bukukasir tanpa biaya tambahan — aplikasi POS mobile dengan kalender transaksi, riwayat transaksi, dan daftar pelanggan. Ketika ada orang tua yang mendaftar langsung di front desk, admin Anda tetap bisa mencatat transaksinya dari ponsel, dan datanya masuk ke database yang sama dengan booking online. Tidak ada dua pembukuan yang harus dicocokkan di akhir hari.
Di hampir semua sistem booking lain, siapa yang punya akun adalah siapa yang hadir. Asumsi itu langsung rusak begitu pemesannya orang tua. Bukujanji memisahkan keduanya: orang tua memakai satu akun, menyimpan tiap anak sebagai peserta, dan memilih siapa yang ikut saat booking. Nama di daftar hadir Anda adalah nama anak, dan setiap anak mengambil kursinya sendiri — jadi orang tua yang mendaftarkan dua anak memesan dua kursi dan menghasilkan dua baris kehadiran, bukan satu booking yang harus Anda terjemahkan belakangan. Kuota, absensi, dan sisa pertemuan semuanya dihitung per anak, bukan per akun.
Karena usia anaklah yang menentukan cocok tidaknya sebuah kelas, satu kelas bisa mewajibkan tanggal lahir peserta saat booking sekaligus membawa batas usianya sendiri. Batas itu disimpan dalam satuan bulan, jadi "6–18 bulan" atau "18 bulan–3 tahun" bisa dinyatakan persis alih-alih dibulatkan menjadi "balita", dan orang tua bisa memfilter daftar kelas Anda sesuai usia anaknya. Sistem mencatat dan menampilkannya — bukan menolak diam-diam, sehingga keputusan akhir untuk kasus yang berada di batas tetap ada di tangan Anda dan pengajar.
Kuota ditetapkan per sesi, dan begitu terpenuhi, booking online untuk sesi itu tertutup sendiri. Tidak ada lagi menghitung pendaftar secara manual, dan tidak ada lagi dua admin yang sama-sama menerima pendaftaran untuk satu kursi terakhir.
Justru bagian setelahnya yang biasanya dilewatkan sistem lain. Sesi yang penuh tidak berhenti sebagai jalan buntu, tetapi menampung daftar tunggu: orang tua masuk antrean dengan status menunggu, dan ketika ada kursi yang terlepas karena pembatalan atau penjadwalan ulang, antrean pertama menurut waktu pendaftaran otomatis diberi tahu dan statusnya berubah menjadi sudah diberi tahu, sementara entri yang sudah basi ditandai kedaluwarsa. Di atasnya, admin Anda punya daftar kerja: tandai siapa yang sudah dihubungi, catat hasilnya sebagai ikut atau menolak beserta alasannya, dan booking yang jadi tetap tertaut ke entri daftar tunggu itu — sehingga Anda bisa melihat berapa banyak permintaan yang tadinya dibalas "maaf penuh" akhirnya berubah menjadi pendapatan. Admin juga bisa menambahkan orang ke daftar tunggu secara manual, untuk orang tua yang menelepon alih-alih memakai aplikasi.
Gerbang kedua adalah membership. Sebuah kelas bisa ditandai khusus pemegang membership, dan itu benar-benar dijalankan sistem, bukan sekadar diumumkan: percobaan booking tanpa membership aktif akan ditolak, baik dari halaman online maupun dari kasir Anda sendiri. Konsekuensi jujurnya, kelas khusus member tidak punya harga satuan — harganya memang ada di membership — jadi halaman kelas Anda mengarahkan orang tua untuk mengambil membership lebih dulu. Ini pola nyata, bukan teori: di salah satu learning center yang memakai Bukujanji, 13 dari 15 kelas dikunci seperti ini, sehingga membership menjadi gerbang masuk ke programnya, bukan tawaran tambahan yang ditempelkan di akhir.
Tempat kursus dan bimbel jarang menjual pertemuan satuan — umumnya paket. Sebagai aplikasi manajemen kursus, Bukujanji memungkinkan Anda menjual kuota N pertemuan dengan masa berlaku, atau membership bulanan, langsung dari sistem, dan keduanya bisa berlaku di semua cabang. Mendaftarkan lebih dari satu peserta juga terbantu: pembelian kedua dan seterusnya dalam satu keranjang bisa mendapat diskon otomatis — persis yang diharapkan orang tua yang mendaftarkan dua anak sekaligus. Honor pengajar bisa dihitung sebagai komisi per transaksi; perlu dicatat, honor flat per sesi mengajar bukan bagian dari sistem.
Pembayaran diproses online — QRIS, GoPay, hingga transfer bank BCA, BNI, BRI, Mandiri, dan Permata — dengan status yang terverifikasi otomatis, sehingga Anda berhenti mencocokkan bukti transfer secara manual. Satu hal yang perlu direncanakan: pembayaran online tidak aktif begitu saja. Outlet Anda harus terverifikasi dan punya satu rekening bank aktif sebelum sakelarnya bisa dinyalakan, dan selama belum aktif, harga kelas disembunyikan serta orang tua belum bisa menuntaskan pendaftarannya sendiri — halaman Anda tetap berfungsi sebagai etalase dan jalur tanya-jawab, tetapi bagian yang membuat orang tua bisa mendaftar sendiri baru mulai pada hari Anda mengaktifkannya.
Tidak setiap lembaga yang menjual kelas mengajarkan mata pelajaran. Sanggar tari, studio dance, kelas musik, sanggar seni rupa, sampai pusat kegiatan anak menjual bentuk yang sama persis dengan bimbel — pertemuan mingguan yang berulang, kuota terbatas, paket sejumlah pertemuan — tetapi orang tuanya memilih dengan pertimbangan berbeda. Bukan target ujian yang jadi ukuran, melainkan minat anak dan apakah jamnya masuk ke jadwal keluarga. Karena itu yang harus terbaca jelas di katalog bukan silabus, melainkan nama kelas, tingkatnya, hari dan jam, rentang usia, serta sisa tempat.
Mekanismenya sudah tersedia tanpa penyesuaian khusus. Tingkat ditulis di nama kelas — Dasar, Pemula, atau penamaan grade yang dipakai studio Anda — sehingga satu sanggar bisa menjalankan kelas balet anak, hip hop remaja, dan tari tradisional berdampingan tanpa saling tertukar. Batas usia diisi dalam bulan untuk kelas balita, dan orang tua mendaftarkan anak beserta tanggal lahirnya, bukan namanya saja. Kelas Sabtu pagi yang selalu jadi rebutan bisa menampung daftar tunggu, dan paket pertemuan dijual dengan masa berlaku sehingga sisa kuota punya jawaban yang pasti.
Dua hal yang perlu dibicarakan di depan supaya tidak mengecewakan. Pertama, pentas atau resital tahunan — termasuk penjualan tiket dan biaya kostumnya — bukan fitur tersendiri di sini; yang dikelola sistem adalah kelas rutinnya. Kedua, kelas coba (trial) memang lazim dipakai studio dance untuk menarik murid baru, dan Anda bisa menjualnya sebagai kelas satuan atau paket pendek, tetapi sistem tidak membatasi sendiri bahwa satu orang hanya boleh mengambilnya sekali. Pembatasan seperti itu masih perlu dijaga secara manual.
Mendapatkan murid baru jauh lebih mahal daripada mempertahankan yang sudah ada. Di sinilah pengingat berperan: dengan add-on WhatsApp Reminder (token prabayar), jadwal les dikirim otomatis ke WhatsApp, ditambah pemberitahuan saat membership atau sisa pertemuan mulai menipis — orang tua memperpanjang tepat waktu dan kursi tidak kosong sia-sia. Paket pertemuan dan membership memberi murid alasan untuk terus kembali, sementara ulasan di halaman profil Anda menjadi bukti sosial bagi keluarga berikutnya yang sedang memilih antara Anda dan sanggar sebelah.
Halaman profil gratis di bukujanji.com membuat lembaga Anda punya alamat online yang bisa ditemukan lewat Google — lengkap dengan jadwal, paket, dan tombol pendaftaran. Bila ingin tampil dengan merek sendiri, website outlet yang sudah termasuk di langganan memberi Anda website dengan domain sendiri. Dan ketika orang tua bertanya lewat chat, add-on Easy Booking by WhatsApp bisa menjawab dari data outlet Anda lalu menuntun mereka mendaftar — bahkan saat admin Anda sedang mengajar.
Satu akun orang tua bisa menyimpan beberapa anak. Yang tercatat di daftar hadir adalah nama anak — bukan nama pemilik akun.
Orang tua memakai akunnya sendiri dan menyimpan tiap anak sebagai peserta; kelas bisa mewajibkan tanggal lahir.
Tiap kelas bisa punya batas usia (dihitung sampai bulan). Saat booking, tanggal lahir anak dicocokkan dengan batas kelasnya.
Kehadiran dicatat per peserta per sesi — termasuk QR check-in — dan kuota sesi dihitung per anak, bukan per akun.
Batas yang perlu Anda tahu: Bukujanji mencatat kehadiran dan kuota — bukan rapor atau nilai. Penilaian perkembangan anak tetap di tangan pengajar Anda.